Resensi Film Inside Job - Dibalik Krisis Ekonomi Global Tahun 2008, Mortgage Loans?


Negara Islandia sedang dalam kondisi yang baik dilihat dari Gross Domestic Product (Pendapatan Domestik Bruto), energi terbarukan, infrastruktur yang baik, kondisi masyarakat standar tinggi, pendidikan yang baik dan tindak kejahatan yang rendah. Namun tahun 2000, pemerintah Islandia melakukan deregulasi sektor lingkungan dan ekonomi. Dimulai dari pembangunan pabrik alumnium yang besar sehingga menguras Sumber Daya Alam di Islandia. Selanjutnya, sektor ekonomi pemerintah melakukan privatisasi merger 3 bank besar yaitu Islandsbanki, Glitnir, Kaupping. Hasilnya, kekacuan terjadi dikarenakan sektor keuangan memiliki kekuasaan yang cukup untuk mempengaruhi ekonomi Islandia. Perusahaan melakukan peminjaman besar-besaran dengan dana di bank tersebut sampai $120 millar dollar dan akibatnya harga saham naik. Kabar buruknya, perilaku menimbun kekayaan yang dilakukan oleh orang-orang intern bank. Bank menguasai pasar dengan uang yang tersebut di market money. Sampai akhirnya 2008, krisis ekonomi di Islandia konsekuensi dari privatisasi, pengangguran meninggat 3x lipat dalam 6 bulan.

How We Got Here

Membahas krisis ekonomi Depresi Besar yang terjadi di US yang dimulai tahun 1940 – 1980. Pengaturan yang ketat melindungi ekonomi sehingga tidak ada kejadian krisis ekonomi yang berarti selama masa tersebut. Bank dan lembaga keuangan diatur sedemikian rupa sehingga tidak mempengaruhi ekonomi secara signifikan. Bank dan lembaga keuangan juga tidak bisa seenaknya menggunakan dana nasabah melakukan spekulasi untuk mengharapkan keuntungan. Bank investasi juga mengawasi uang dengan hati-hati.

Pada tahun 1980 semua berawal bank mulai IPO mendapatkan dana investasi yang besar. Wall street mulai banyak kucuran dana investasi. Pemerintah Ronald Reagan memulai deregulasi finansial mengizinkan perusahaan lain melakukan investasi yang berisiko dengan menggunakan dana nasabah. Namun dalam satu dekade banyak peminjam yang tak bisa membayar pinjamannya dan membebankan si pembayar pajak $124 millar USD dan yang paling parah adalah uang nasabah hilang akibat digunakan oleh pihak bank. Walaupun kekacauan tersebut terjadi dan eksekutif perusahaan masuk penjara akibat melakukan loan dengan uang nasabah, kebijakan ini tetap dilanjutkan dan didukung oleh elemen-elemen pemerintahan yang sebenernya masih pemain dalam industri keuangan. Kenyataanya bahwa pelaku industri keuangan mendapatkan keuntungan dari public loss tersebut. Kemudian pelaku industri keuangan menduduki peran penting di pemerintahan Ronald Reagan – Clinton – George W Bush menempati mulai dari Central Bank Federal Reserved,  Treasury Secretary sehingga Wall Street semakin menguat.

Pada tahun 1990 dibawah pemerintahan Presiden Clinton firma-firma besar menggabungkan diri sehingga semakin besar sampai bisa merusak sistem ekonomi. Penggabungan ini melanggar undang-undang Glass – Steagall peraturan yang dikeluarkan pada depresi besar mencegah bank untuk berspekulasi dengan dana nasabah, namun pemerintah mengecualikan tindakan ini selama setahun sehingga mereka lolos dari hukum tersebut. Para peminjam yakni bank semakin berani menggunakan produk derivatif karena permintaan pasar yang meningkat bahkan sampai $50 triliun USD semua orang dengan mudah membeli rumah, mobil dsb. Produk derivatif juga menawarkan tingkat bunga yang tinggi pada produknya (yang juga tentu berisiko tinggi). Dikarenakan permintaan dana pinjaman dan juga pihak bank yang semakin besar mengucurkan produk derivatif, tanpa adanya peraturan yang mengatur produk derivatif tersebut. Akhirnya pada tahun 2000-an dibawah pemerintahan Goerge W Bush kegiatan berulang tersebut semakin menguat dan industri keuangan semakin mendominasi mengubungkan rantai investasi berisiko.

Cara lama sistem hipotek dan pinjaman:

Home buyers – Lenders, sehingga orang yang membuat pinjaman membayar secara rutin setiap jatuh tempo dan lender lebih berhati-hati dalam melihat resiko.

 

Cara baru sistem hipotek dan pinjaman:

Lenders – Investment banks, menjual hipteknya ke bank

Investment banks – Investors, bank mendesain sedemikian rupa pinjaman mobil, pendidikan, kartu kredit untuk menciptakan produk derivatif disebut CDO. Selanjutnya CDO dijual ke Investor.

Home buyers – Investors, membayar hipotek ke uangnya masuk ke investor.

Selanjutnya bank inestor yang meminta rating agency untuk menilai produk derivatifnya sehingga mendapatkan kepercayaan publik. Tapi penilian ini tidak kredibel dengan mudah memerikan nilai AAA (highest score) secara sembarangan menilai CDO suatu perusahaan invesment banks.

The Bubble (2001-2007)

Ledakan bidang perumahaan menyebabkan harga rumah tahun 2007 meningkat hingga 194% (2 kali lipat). Pelaku industri keuangan Goldman Sachs, Bear Stearns, Lehman Brothers, Merrill Lynch yang melakukan lend subprime (skema peminjan kredit rumah kepada orang yang sebenarnya tidak layak menerima kredit) meningkat dari $30 miliar/ tahun menjadi $600 miliar/ tahun dalam 10 tahun. Di wall steet bonus tahunan meningkat tajam menikmati keuntungan dari krisis. Namun SEC, tidak melakukan investigasi kepada invesment bank dalam masa ini dan mengatakan pergerakan modal ini bisa menyejahterahkan masyarakat.

Bank meminjam banyak uang untuk mengeluarkan lebih banyak CDO, leverage ratio antara uang pinjaman dan uang bank itu sendiri mulanya 3:1 sehingga menjadi 15:1 yang akan membawa bom waktu menuju bangkrut. American Internation Group, perusahaan asuransi juga melakukan banyak produk derivatif, credit default swap. Swap tidak diatur sehingga kalaupun terjadi kerugian dalam asuransi tersebut AIG tidak menyeiapkan uang jika CDO dalam keadaan buruk. Swap ini terjadi juga antar perusahaan industri keuangan. Banyak kritik dari berbagai kalangan bahkan IMF tentang pinjaman hipotek dan CDO ini, tetapi pelaku industri keuangan semakin gencar melakukan penawaran subprime dan denial bahwa hal tersebut bisa menyebabkan krisis atau bahkan resesi, begitupun dengan pemerintah.

Pada masa ini orang-orang Wall Street begelimang harta menambah aset dan barang mewah. Namun juga perilaku konsumsi orang-orang wall street terkait  prostitusi dan pengguanaan obat-obat terlarang.

The Crisis

Pada tahun 2008 penyitaan rumah meningkat tajam, lenders tidak bisa menjual pinjaman mereka kepada investment banks dan loans semakin memburuk karena lenders jatuh satu per satu. Pasar CDO collaps, investments bank kini memegang raturan miliar dolar dalam bentuk CDO, property, loans yang TIDAK bisa dijual. Invesment banks satu per satu mulai kehabisan uang Bear Stearns, Fannie Mae, Freddie Mac. Puncaknya Lehman Brothers rugi $3,5 triliun USD dan harga sahamnya jatuh tajam, menutup ataupun diminta untuk menutup banyak kantornya diseluruh dunia.

Rating agency yang memberikan penilaian kredit yang bagus AAA or A2, peringkat yang menilai investasi dalam keadaan bagus semasa kejatuhannya.

Untuk mencegah keadaan menjad lebih buruk Presiden Bush menandatangi undang-undang untuk membantu keuangan sebesar $700 millar USD, tatapi pasar saham masih terus turun menuju resesi global dan tidak ada pengaruhnya menahan pemecatan pekerja maupun penyitaan rumah (kredit rumah). Mortgage broker juga melakukan kecurangan penjualan rumah, dijual lebih rendah namun payment jauh lebih dari harga jualnya. Pemecatan pekerja di USA juga menimbulkan banyak pengangguran dan bahkan tidak memiliki tempat tinggal.

Krisis di seluruh dunia mulai terjadi di China pekerja menjadi pengangguran, pemangkasan menjadikan mereka miskin karena hilang pekerjaan. Singapura ekspor jatuh 30%, tiba-tiba pertumbuhan -9% pada tahun saat wawancara film dilakukan.

Accountability

Perusahaan industri keuangan menghancurkan perusahaannya sendiri dan menyebabkan krisis global dan bisa lolos dari permasalahannya bahkan kekayaan mereka tetap ada mempertahankan semua uangnya. Pengakuan perusahaan merugi maka eksekutif merugi tidak sejalan.

Lehman Brothers, 5 eksekutif lebih dari $1 milliar USD (2000 – 2007).

Angelo Mozilo, CEO Countrywide $470 juta USD (2003 – 2008) dan $140 juta USD dari penjualan saham dalam 12 bulan sebelum perusahaan bangkrut.

Stan O’Neal, CEO Merrill Lynch $90 juta USD (2006 – 2007) dewan mengizinkan pengunduran diri dan mendapatkan tunjuangan $161 juta USD.

John Thain, CEO Merrill Lynch $87 juta USD (2007) dan 2008 bonus untuk Thain dan dewan mencapai $3,6 milliar USD.

Bank lebih kuat dan terkonsentrasi, bank kecil diakuisisi oleh bank besar. Setelah krisis industri keuangan bahkan berkerja melawan reformasi di pemerintahan USA, melobi dan berkontribusi kampanye.

Diungkapkan juga bagaimana industri keuangan mempengaruhi ekonom dan lembaga akademisi untuk support deregulasi, selama krisis yang mengkritik sedikit. Bahkan setelah krisis, kebanyakan menentang reformasi. Kebanyakan pengajar di Universities seperti Harvard, London Bussiness School, Colombia adalah para pejabat di perusahaan maupun pemerintahan yang mempunyai peran/ pengambil kebijakan di industri keuangan. Lalu, para ekonom maupun akademisi ini membuat artikel/ jurnal yang membuat opini positif mengenai industri keuangan saat ini dan tentu mereka mendapatkan uang dari ulasan tersebut. Terjadilah konflik kepentigan, apakah ekonom dan akademis mengungkapkan secara fakta atau melindungi kepentingannya.

Where We Are Now

Kekuasaan ekonomi USA berkurang, perusahaan andalan inti dari ekonomi US memburuk dan ketinggalan dari pesaing asing. Sebelumnya perusahaan-perusahaan USA mensiasati dengan mengirimkan pekerja ke luar negeri. Namun China, membuka pasar dan banyak memiliki tenaga kerja. USA masih mempimpin sektor teknologi Apple, Intel, Google namun meminta kualifikasi dengan pendidikan tinggi dan tidak semua orang bisa mengupayakan biaya kuliah yang semakin tinggi. Siapa yang bisa kuliah, penentuanya apakah punya uang atau tidak.

Kebijakan pajak yang memihak orang kaya, pemerintah Bush mengurangi pajak pendapatan dari investasi, deviden saham dan menhilangkan pajak tanah. Yang paling diuntungkan dari kebijakan ini adalah 1% dari orang terkaya di USA, ketidakmerataan USA lebih tinggi dibanding negara maju lainnya. Pilihannya bekerja lebih keras atau berhutang agar household bisa hidup dengan layak.

Presiden terpilih pada saat itu Barack Obama memfokuskan untuk membuat regulasi pengawasan Wall Street, tetapi reformasi keuangannya masih dianggap lemah termasuk rating agency, kompesasi, pelobian tidak ada pekembangan yang signifikan. Pemerintah Obama masih memilih orang-orang yang pernah terlibat dalam kejadian The Bubble dan Crisis di Wall Street untuk menempati bangku pemerintahan peranan penting.

Pemerintah Obama juga menolak pengaturan kompensasi bank, walaupun negara lain telah mengambil tindakan. Pertemuan negara G-20 untuk membahas regulasi kompensasi bank dan parlemen Eropa menetapkan aturan kompensasi tersebut, pemerintah Obama tidak memberikan respon dan berpikir ini hanya sementara lalu akan kembali normal.

Pada pertengahan tahun 2010, tidak ada satupun eksekutif keuangan senior yang dituntut dan dihukum. Tidak ada perusahaan keuangan yang dituntut atas penipuan ataupun pemalsuan accounting perusahaan. Jika ada tuntuntan atas tindak kriminal tersebut, memang akan sulit dimenangkan butuh banyak bawahan yang harus mengungkapkan apa yang terjadi dalam kekacauan skala besar.

Perubahan industri keuangan USA merusak sistem politik dan membuat krisis ekonomi global. Modal besar bisa saja memulihkan ekonomi, namun selama orang-orang dan institusi yang menyebabkan krisis masih berkuasa maka itulah yang harus dirubah.


***

Film ini termasuk film yang bagus untuk memahami ekonomi makro dan global. Bagaimana sistem bekerja, bagaimana saat ini dunia saling berkaitan satu dengan lainnya, bagaimana orang-orang yang bekerja dibalik roda ekonomi yang berjalan. Diakui ini bukan film yang simpel, bisa dibilang complicated terlebih bagi kita yang bukan bergelut dibidang ekonomi (saran: menonton lebih dari 1x dan sambil memcari istilah ekonomi yang ada di film).

Pelajaran lainnya yang juga dalam film ini menurut penulis, ketamakan untuk mengambilkan keuntungan secara short term bisa membawa bom waktu, kadang melakukan dengan menghalalkan berbagai cara. Dalam kasus ini perusahaan industri keuangan meminta SEC menaikkan limit, meningkatkan leverage ratio, membodohi publik supaya melakukan peminjaman mortgage, merubah sistem peminjaman derivatif yang tidak jelas tanggung jawab setiap entitasnya. Industri mendapatkan keuntungan yang besar-besaran dikala publik loss, namun setelahnya meledak perusahaan industri keuangan merugi dikarenakan tidak mendapatkan pembayaran pinjaman dan tidak bisa menjual asetnya. Mengejar keuntungan juga bisa merambah ke kultur atau perilaku orang tersebut dalam melakukan pekerjaannya ataupun kehidupan pribadi diluar pekerjaan. Semuanya berimbas sampai ke diri sendiri dan keluarga, alih-alih merefreshing diri malah terjebak ke kegiatan yang tidak baik (dalam kasus ini prostitusi dan narkotika). Ketidakjujuran, ketamakan, mementingkan diri sendiri menjadi konflik dalam diri manusia dalam melakukan setiap pekerjannya.

Komentar