Minggu lalu, aku pergi ke Perpustakaan Nasional untuk meminjam buku yang sudah aku cari sebelumnya. Dua buku itu adalah Pause dan Jangan Memperbesar Masalah Kecil (agak lupa), tapi saat disana aku menemukan buku dengan sampul berwarna hitam dengan huruf kanji Jepang berjudul The Book of Ikigai. Seingatku, aku pernah membaca review buku ini dari Instagram ataupun Twitter seperti buku yang banyak diulas. Aku baca sinopsi di sampul belakang dan beberapa halaman untuk memutuskan apakah mau pinjam buku ini? Lalu, aku pun membawanya pulang - pause dan buku bersampul hitam tadi. Jadi, disini aku akan menuliskan kalimat yang ada dibuku dan sedikit anotasi sebagai pemanis dari buku Ikigai sebagai perjalanan untuk merasa lebih bersyukur dan memberikan insight arti kebahagiaan dalam hidup.
5
Ikigai adalah istilah Jepang untuk menjelaskan kesenangan dan makna kehidupan. Kata itu secara harfiah meliputi "iki" (untuk hidup) dan "gai" (alasan).
17 - Pertanyaan untuk pembaca
Apakah nilai-nilai sentimental bagi diri Anda?
Aku sedikit ragu tentang nilai sentimental ini yang bisa jadi makna dalam barang atau hubungan dengan seseorang. Sebenarnya ada satu hal yang menurutku ini cukup yakin ada perasaan menyikapi sesuatu dengan emosional, aku mudah bersimpati dan cenderung suka pendekatan emosional dalam banyak hal. Sampai-sampai tak bisa ku tuliskan disini...
Apakah hal-hal kecil yang bisa memberi Anda kesenangan?
duduk dilantai membaca buku ditanganku atau letakkan saja di kedua lutut, sambil minum teh yang sudah aku buat. sesekali menengok ke jendela memandang langit. Agaknya jendela kamarku yang baru berusia satu tahun, punya peran yang lebih dari sekedar ventilasi udara dan cahaya.
melakukan skincare rutin disetiap pagi dan melihat progres diwajahku karena kemerahan PIE
melihat bunga dengan dekat di pernikahan atau dekorasi bunga dimanapun. Melihat sesuatu yang cantik, daun hijau dan melihat secara detail setiap bunga yang ku temui
makanan yang dibuat Ibu, sosis solo. tidak peduli berapa kali aku makan sosis solo aku selalu menyukainya. Satu-satunya sosis solo yang rasanya yahud haha, mencoba banyak sosis solo ga nemu yang seenak buatan Ibu
dan mungkin yang terakhir aku sadari belakangan, aku suka showering, jadi segar gitu loh wkwk jadi rileks apalagi pas lagi mumet
31
Tak peduli dimana pun Anda berada di dunia, kalau Anda memiliki kebiasaan menikmati kesukaan Anda segera setelah Anda bangun (misalnya coklat dan kopi), dopamin akan dilepaskan di otak Anda, menguatkan tindakan (bangun) sebelum menerima imbalan Anda (cokelat dan kopi).
68
Karena itulah, salah satu kontribusi unik bangsa Jepang pada filosofi kehidupan, karena ia berlaku pada makna kehidupan, barangkali berasal dari penyangkalan diri sendiri.
77 - 79
Kondisi flow ketika orang-orang begitu larut dalam satu aktivitas sehingga rasanya tidak ada hal lain yang penting, tidak pula untuk mendapatkan uang - setidaknya itu bukan hal yang utama. Anda bekerja, karena berkerja itu sendiri memberikan kesenangan yang sangat besar. Melepaskan kekhawatiran kesajahteraan Anda sendiri, kepuasaan dari keinginan-keinginan Anda untuk membebaskan diri menjadi aspek penting dalam flow. Akumulasi suasana-suasana tak terbatas dari elemen-elemen yang terlibat dalam pekerjaanlah yang penting. Anda bukanlah tuannya, pekerjaanlah tuannya, dan dalam kondisi mengalir, Anda dapat mengidentifikasi diri Anda sendiri dengan pekerjaan Anda dengan cara yang menggembirakan dan saling menguntungkan. Berada dalam kondisi mengalir (flow), terbebas dari beban diri sendiri, akan terlihat pada kualitas hasil kerja. Terkadang dikatakan "kreasi bawah sadar"
selama hidup aku mendengar untuk sekian kali dari motivator, guru, inspirator di Youtube dan sedikit dari keluargaku berbicara tentang "let it flow" ikuti air mengalir seperti sungai. Beberapa tidak menyukai ide tersebut dan beberapa mengatakan mengalir sangat dibutuhkan. Aku: belum sepenuhnya memutuskan berada dipihak mana, terkadang aku mengikutinya kadang juga tidak, mungkin juga berarti aku belum memaknainya dengan jelas apa maksudnya? tapi sebelum baca buku ini aku cenderung untuk tidak mengikuti arus saja dalam hidup, karena mungkin saja itu membawa kita ke tempat yang tidak pernah kita bayangkan atau rencanakan, aku lebih memilih untuk membuat rencana jadi walaupun suatu ketika kenyatakan tidak sesuai dengan yang diinginkan, tidak akan meleset jauh. Namun, ketika aku sedih, aku memilih untuk berserah kepada rencana Allah dan kekhawatiran tentang masa depan, membawa aku untuk mengikuti alurnya saja.
Membaca konsep "flow" atau "mengalir" dalam buku ini. Sangat mengubah pemikiranku tentang konsep yang aku simpulkan dipikiranku dari semua yang pernah aku dengar. Ini bukan tentang pekerjaan atau sepenuhnya fatamorgana tentang harapan. Tapi, tentang bagaimana kita menikmati diwaktu sekarang dengan semua yang kita punya - suasana. Lagi dan lagi buku ini mengatakan padaku, untuk tidak terjebak dalam rencana kita, masa depan kita. Lalu, kita membiarkan diri merasakan kebebasan dan tidak terbebani. Dengan cara itu, kita dapat menemukan win-win solution dan menikmati apa yang kita punya 'sekarang'. Akhirnya kita akan terfokus melakukan sesuatu yang lebih nyata, menikmatinya dan menciptakan suatu karya/ hasil sebagai buah dari filosofi mengalir.
95
Pengejaran kualitas yang tak kenal lelah, komitmen, fokus pada hal-hal kecil tanpa berfikir tentang pengakuan.
98
Buatlah musik, meski tak ada seorang pun yang mendengar
Lukislah sebuah gambar, meski tak ada seorang pun yang melihat
Tuliskan sebuah cerita singkat yang tak akan dibaca orang
Kesenangan batin dan kepuasan akan lebih dari cukup untuk menyemangati terus hidup Anda
114
Dalam filosofi bangsa Jepang, yang tampak umum dan biasa-biasa saja belum tentu berarti umum dan biasa-biasa saja. Budaya Jepang bertumbuh subur karena tugas-tugas yang paling sederhana dan kecil, seringkali dibawa hingga ke tingkat kesempurnaan.
116
Ikigai itu berskala kecil, sabar, sederhana dan berpandangan jauh.
133
Secara biologis, menemukan ikigai di sebuah lingkungan atau bahkan di lingkungan manapun bisa dipandang sebagai bentuk adaptasi, terutama dalam konteks kesehatan mental. Dalam lingkungan manapun, pada dasarnya memungkinkan untuk memiliki ikigai, alasan untuk hidup tak peduli bagaimanapun performa seseorang itu.
135
Bukan hanya para pemenang yang memiliki ikigai. dilihat dari perspektif ikigai, batas antara yang menang dan kalah perlahan-lahan mencair. Pada akhirnya tidak ada perbedaan antara yang menang dan kalah.
166
Pernikahan, status sosial, kesuksesan akademik elemen-elemen kehidupan yang sering dipandang penting untuk mewujudkan kebahagiaan seseorang sebetulnya hanya sedikit berpengaruh pada kebahagiaan itu sendiri.
Fenomena "Ilusi Terpusat" berasal dari gagasan bahwa Anda bisa begitu terfokus pada aspek tertentu dalam hidup sampai-sampai Anda mempercayai bahwa seluruh kebahagiaan Anda bergantung padanya. Saat memiliki ilusi terpusat, Anda menciptakan alasan sendiri untuk merasa tidak bahagia.
kalimat ini sedikit menampar, Ilusi Terpusat membuat kita memilih untuk memiliki mimpi untuk menggantung kebahagiaan dan aku telah berada dalam situasi ini beberapa kali. Mempunyai mimpi yang tidak aku miliki terkadang membuat aku lebih hidup, tapi apakah bahagia sebelum aku memilikinya?
Tidak ada formula mutlak bagi kebahagiaan, setiap kondisi unik dalam hidup menghadirkan fondasi bagi kebahagiaan dengan cara uniknya sendiri.
169
Menerima diri sendiri merupakan hal paling mudah, paling sederhana dan paling memberi kepuasan yang bisa Anda lakukan bagi diri sendiri. Formula dengan anggaran rendah dan bebas pemeliharaan untuk jadi bahagia.
Secara paradoks menerima diri sendiri sering kali melibatkan membebaskan diri sendiri, terutama bila ada khayalan diri, yang Anda dambakan. Anda harus melepaskan diri imajinatif, ini untuk menerima diri Anda sendiri dan menjadi bahagia.
170
"Sel saraf cermin"
Cermin di kamar mandi Anda memantulkan tampilan fisik Anda. Akan tetapi, untuk menghargai kepribadian Anda sendiri, Anda memerlukan orang lain untuk memantulkan bayangan diri Anda. Hanya dengan menyadari kesamaan dan perbedaan antara diri Anda sendiri dan orang lainlah, Anda jadi bisa menilai karakter Anda secara nyata.
tiba-tiba aku mengingat dengan betul-betul dua moment ketika masih di SMK, aku melakukan sesuatu yang buruk kepada temanku. Pada saat itu, aku tidak sepenuhnya mengerti kenapa? rasanya ya terjadi begitu saja. Salah satu moment, setelah aku melakukan sesuatu yang buruk tersebut. Teman lain datang kepadaku mengatakan situasi akibat perbuatanku dan menayakan apa yang sebenarnya terjadi. Singkatnya, kita dapat menyelesaikan itu semua. Walaupun terlihat bukan masalah besar tapi kita tidak pernah tau perspektif orang lain akan hal itu, tolak ukur menilai diri kita tidak bisa tanpa bantuan orang lain. Setidaknya, tidak bisa sepenuhnya.
Sejak saat itu, aku melihat seseorang untuk sebagai perbandingan dengan diriku sendiri untuk mengetahui apa yang dia lakukan dan apa yang akan aku lakukan. Setelah aku baca kalimat diatas, aku pikir ini juga bukan tentang insecurities atau merasa tertinggal, yang tentunya sebaiknya tidak membandingkan diri kita dengan orang lain. Sel saraf cermin tentang mengetahui dan menelan fakta bahwa di dunia ini tidak hanya tentang kamu, membantu untuk melihat karakter sesungguhnya dalam diri kita dan membuka kesempatan untuk meng-improve diri kita
187 - 5 pilar Ikigai
Awali dengan hal kecil, coba mulai mencari alasan untuk hidup dari hal-hal kecil bisa menemuinya dalam keseharian ataupun rutinitas
Bebaskan dirimu, ketika kerjernihan sudah didapatkan dengan melepaskan diri dari ego dan ekpetasi yang membebani akan lebih mudah mengambil langkah demi langkah
Keselarasan dan kesinambungan, memaknai dengan keberlanjutan dan keterhubungan dalam hidup bahwa entitas individu pun punya peran (berbesar hatilah dengan alam, juga manusia dan melibatkan kepercayaan)
Kegembiraan dari hal-hal kecil, agaknya ini mengingatkan berfikir mindful memberikan perhatian dan memaknai hal-hal kecil adalah awal yang baik membawa kita pada kegembiaraan yang tenang dan syukur, alih-alih mengharapkan lebih namun belum nyata adanya atau mungkin juga tangan ini belum sampai meraihnya
Hadir di tempat dan waktu sekarang, hal yang cukup krusial namun suka terlewatkan menyerahkan raga dan pikiran diwaktu sekarang, tentu membuat kita menggantungkan ego tentang ekspetasi dimasa depan. Bukankah kita terkadang takut dengan bayang-bayang masa depan? Atau terjebak penyelesan tentang masa lampau? Menghadirkan diri pada waktu dan tempat sekarang untuk melihat apa yang melekat pada diri dan membantu untuk berfikir jernih apa yang bisa kita lakukan saat ini.
188 - Pertanyaan untuk pembaca setelah membaca buku ini
Apakah Anda memiliki pemahaman yang dapat membantu Anda mengatasi masalah-masalah hidup
ada beberapa hal yang aku dapatkan, beberapa poin aku masih merasa skeptis tapi secara konsep sudah mengerti (semoga). Salah satu pilar Ikigai membawaku kembali kemasa kecil, mengingatkan aku pada rutinitas yang melekat. Bangun setiap jam 5 subuh untuk solat, membersihkan daun yang berguguran di halaman depan, minum susu yang aku buat sendiri, lalu duduk manis menonton kartun setiap pagi. Aku pikir itu salah satu moment terbaik yang pernah aku lakukan setiap pagi. Kegiatan kecil yang aku lakukan setiap pagi, entah bagaimana dapat terisi hingga pukul 11 karena akan bersiap pergi ke sekolah pukul 11.30. Buku ini membuatku sadar untuk menemukan kegiatan kecil yang menyenangkan sedini mungkin ketika kita terbangun dari tidur, karena itu akan memperngaruhi sepanjang hari. Aku rasa aku harus menemukannya untuk saat ini haha, i hope.
Apakah Anda kini lebih mau mencoba hal-hal baru, dengan langkah-langkah kecil, meski tak langsung mendapat imbalan eksternal?
ya tentu saja! Aku terus berusaha mencoba... (lanjutannya tidak unuk di share wkwk)
Apakah Anda melihat hubungan penting antara keselarasan dan kesinambungan?
ya, tentang alam, manusia dan akhirnya bermuara pada keseimbangan hidup. Bagaimana Ikigai seseorang dapat menciptakan budaya dan berpengaruh dalam sosial di Jepang. Kita tidak butuh berfikir 'untuk melakukan hal besar' cukup memulai dari hal kecil dan konsisten. Tidak ada hal yang terlalu kecil untuk sebuah usaha kecil. Cheers!
Apakah Anda merasa akan lebih baik dengan keunikan diri Anda, sembari bersikap lebih toleran terhadap keanehan orang lain?
sejujurnya aku sudah belajar untuk melakukannya. Bisa aku katakan aku pernah begitu mudah menghakimi atau menilai seseorang atau mungkin lebih tepatnya terlalu cepat bereaksi. Terkadang kata-kata terlontar begitu saja rasanya seperti dibawah alam sadarku. Setelah berjumpa dengan banyak orang dengan latar berbeda 4 tahun belakangan ini. Mengenal banyak orang memaksaku untuk lebih mengerti perbedaan antara diri sendiri dan orang lain. Apa yang kita suka, apa yang dia tidak suka, apa yang kita sama-sama suka. Hal itu, membuatku menjadi less comment dan less judging, Mengalihkan pembacaraan tentang hal yang dapat menghubungkan kita agaknya lebih penting. Jika berbeda bisa ditoleransi- yasudah, biarkan dan semua baik-baik saja.
Dalam buku ini, sebenarnya lebih banyak aku petik bagaimana bertoleransi dengan diri sendiri. Tertulis untuk lebih rileks, menerima dan membebaskan diri.
Apakah Anda sekarang lebih sanggup menemukan kesenangan pada hal-hal kecil?
terima kasih untuk penulis yang membuatku berfikir bahwa setelah menyelesaikan buku ini haha, apa yang membuatku merasa bahagia dalam keseharian? hal kecil apa? walaupun aku belum yakin sudah menemukan Ikigai-ku, hal yang ku pelajari dari buku ini 'hal kecil bukan sembarang kecil tapi bisa menjadi hal yang besar'. Mengetahui bahwa hal sepele kayak mandi tidak hanya untuk menyegarkan fisik ini tapi aku merasa pikiranku juga rileks. Air yang mengalir, wangi parfum dan aku menyukai perasaan menjadi bersih haha walaupun ini sedikit aneh untuk dikatakan tapi ya begitulah. Aku menulis beberapa momen dalam buku, mengetahui aku bisa melepas emosi yang aku rasakan seperti sungai yang mengalir dan mengalir terus, Berjalan kaki, walaupun ada motor tapi rasanya berbeda. Setiap langkah yang aku ambil, aku punya pikiran yang juga berjalan bersamaku. Pernah merasa saat jalan kaki atau diperjalanan teringat sesuatu atau berasa seperti berbicara dengan diri sendiri? Ya seperti itulah kira-kira dan rasanya sangat nyaman bagiku. Aku juga akan melihat senyum yang dilontarkan orang lain, tatapan asing, dan menikmati pemandangan yang ada dipinggir jalan.
________
I got so much learn from this book to appreciate more and give dedication on little things, they might having greater effect than it seems when one by one become united. Also, written on this book Ikigai is the process of work remind me others book "Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat". Yep, the key, enjoy the process. Enjoy and focus on what you do now. Appreciate more what we have and what we do for now. So, you feel less worry or pissed of when didn't get the result you expected. Instead of it, you come back strong again with Ikigai. Final result is a bonus.
Mention many parables from Japanase Culture like Sumo, rebuilding Temple, protect the forest, Comiket event and many more which we can learn from the story. Every point of Ikigai has different approach, hope you able read to find the conclusion in your own way and find your Ikigai.
Thank you, Ken Mogi (the writer)

Keren u
BalasHapus