Happy International Women's Day
Untuk semua perempuan, Ibu dan apapun peran kamu. Kamu berarti!
Mempelajari perempuan sebagian dari mengenal diriku dan selamanya selalu begitu. Banyak hal yang sudah kupertanyakan sedari kecil. Beberapa hal yang bisa ditoleransi pada laki-laki tapi tidak dengan perempuan. Beranjak dewasa beberapa 'kebabasan' terasa istimewa yang jarang sekali bisa menjadi suatu pilihan bagi perempuan. "Boys will be boys", mereka bilang.
Hal yang terkadang terbesit pikir pendekku bagaimana sosial menempatkan laki-laki lebih dari perempuan, lebih mudah dalam karir, lebih mudah bersantai banyak lebih-lebih lainnya yang dimaklumkan dan terlihat memang sudah sepantasnya. Bukan berarti aku merasa insecure, dapat dikatakan cukup baik memiliki skill dengan sedikit keberuntungan. Pengalaman buruk dengan laki-laki yang tak pernah bisa dilupakan mempengaruhi siapa aku sekarang, luka itu perlahan mau tidak mau menjadi bagian dari diriku selamanya.
People often put men in first place with no sense reason. Bagaimana keluarga sendiri menuntut sopan santun lebih kepada perempuan. Laki-laki mengambil yang bukan miliknya biasa saja, dimaklumkan. Hal lain yang sudah jelas perihal pekerjaan rumah masak, nyapu, ngepel, nyiram tanaman buru-buru sekali para ibu bersiul nak perempuan bangun pagi jangan jadi "princess" aja di rumah ga ada yang bantuin emang disini ada pembantu jangan malas kalo udah nikah baru tau rasa ga bisa ngapa-ngapain. Belum pernah dengar sampe saat ini diumurku yang sebentar lagi masuk fase life quarter crisis ibu menuju kamar anak laki-lakinya sambil berteriak nak laki-laki bangun lagi jangan berlaga seperti pangeran aja di rumah bantuin emang ibumu ini pembantu, nanti kalo udah nikah kebiasan malas begini. Why basic housework always burden to girl? can I playing bicycle? Yang sering ku dengar loh kan Budi kan laki-laki yaudah biarin, kamu perempuan harus bisa rapi-rapi rumah. Laki-laki santai saja, buka hp push rank abis itu makan sarapan.
Sampai di titik dewasa aku menyadari sikap tersebut sangat berdampak dimasa dewasanya kelak. Tak heran aku temui banyak perempuan hebat, sedari kecil sudah dibebani. Ku temui pula beberapa laki-laki yang kelabakan kaget karena dewasa merenggut waktu remajanya yang tumbuh dalam toxic masculinity meraba-raba untuk mengurus dirinya sendiri. Aku rasa sudah cukup, berbicara kesetaraan orang terburu-buru mengatakan 'oh feminis' bukan juga tentang merendahkan laki-laki justru membuka kompromi kepada kedua belah pihak laki-laki perempuan. Belum lagi kalimat kutukan yang lebih banyak dilontarkan entah berdasarkan budaya maupun agama, menjadi perempuan banyak takutnya (atau ditakutin lebih tepatnya). Perempuan harus bisa masak ngurus anak nanti ga ada yang mau. Perempuan ga usah sok jual mahal nanti jadi perawan tua. Perempuan punya uang banyak pasti urusan rumah ga becus. Perempuan ga belum punya anak belum melahirkan belum merasakan perjuangan ibu seutuhnya. Perempuan pakaiannya ga bisa dijaga, itu namanya mancing loh. Perempuan islam kok ga pake kok ga pake jilbab neraka menanti, jujur punya banyak pengalaman lingkungan perihal jilbab cukup dengan mengajak bukan menghardik kita tak punya hak menghakimi sebagai manusia hanya punya kewajiban menyampaikan yang baik toh. Perempuan ngomongnya yang halus tidak boleh keras-keras. Padahal tidak niatnya berbicara lugas agar poin yang disampaikan lebih jelas, tapi orang pertama menilai cara kita berbicara karena kita perempuan bukan apa yang disampaikan. Perempuan ngomongnya tidak boleh rendah nanti ngundang nafsu. Serba salah ya.
Sangat amat keliru perempuan dikatakan menolak kodratnya. Berbicara kesetaraan tidak melulu perihal menstruasi, menyusui, mengandung, merawat anak disandingkan dengan si pemimpin kepala rumah tangga. Lebih dari itu, agamaku banyak menyebutkan laki-laki dan perempuan berdampingan bagian lainnya menyebutkan peran. Semakin aku baca semakin aku mengerti Allah tidak pernah sedikit pun merendahkan perempuan justru Tuhan mengangkat derajat perempuan dalam banyak ayat. It's very beautiful, Allah see us not 'more' than anyone equality in worship and life.
Here i wanna write Women who inspired me a lot and I really appreciate what are they do, their dreams, and what her value. They are incredible gorgeous women.
Diana. Kak Di nama menjadi nama yang aku panggil saat di Entikong dahulu. Ternyata Entikong membawanya lebih jauh mencintai tanah airnya Kalimantan, upaya demi upaya diperjuangan untuk tanah perbatasan khususnya selalu membuatku tersenyum melihat instastories yang penuh senyum anak-anak, harapan orang tua yang terpancar dimatanya, tim kak diana yang penuh perjuangan melewati tanah basah, setiap program selalu aku baca-baca sesekali yang aku bisa lakukan membantu membagikannya dengan ey.moveon tak jarang juga kegiatan relawan lainnya diikuti. I just wish the best for her!
Azizah, Teh Zizah. I don't know I just followed people called her like that. Berawal dari seniorku di SMK yang ketika kuliah menjadi seangkatan aku. Selalu down to earth, pembawaannya yang adem, selalu ingin sesuatu yang baru, sesuatu yang bisa berdampak, dan sat set sat set. Seseorang yang terlintas dibenakku ketika mendengar konsep hablum minallah hablum minannas karena yaa emang sehumble itu sama sekali ga milih-milih pertemanan atau teman diskusi. semoga selalu istiqomah ya Teh Zizah InsyaAllah Aamiin. Sering sharing dan kebetulan pulang searah saat kuliah aku bisa melihat dengan jelas kepribadian yang menonjol selalu ingin membantu herannya tidak pernah berkata atau berprasangka yang buruk-buruk haha. Menginspirasi tanpa harus berusaha terlihat. Kemarin banyak juga membuat komunitas mood booster ramadhan loh di bulan Ramadhan lalu. She's very bold and confident!
Mama Gina. Yes, sometimes you don't need to know her in person to get inspired right? I definitely feel so warm whenever see her on kimbab family's youtube channel. Smart woman who had prestigious career and now living with adorable family and kids! She's good home chef too! Good parenting too! Aku ingat bagaimana temanku mendeskripsikan Mama Gina seorang perempuan yang break the stigma kepada orang-orang yang berkata kalo punya karir bagus tidak bisa masak dan mengurus keluarga dengan baik. Yes! She's so near being perfect! Langsung scroll dan nonton channelnya, pasti paham sendiri kenapa Mama Gina salah satu perempuan inspiratif.
Mba Neny. She passed many struggle through her life, what a strong independent woman. Merantau meninggalkan desa demi harapan yang lebih baik. Ketulusan cinta anak kepada mama merawatnya, bekerja, dan tak lupa dengan pendidikannya. Semua terbayarkan bertemu dengan orang baik yang menjadi pasangannya dan juga anak yang lucu semoga menjadi anak yang sholeh MasyaAllah. Aku membayangkan kerasnya hidup berapa tetes air mata yang harus mengalir sampai di titik yang sekarang. Beberapa isak tangis yang mesti ditahan diperantauan. Aku sepertinya tidak tau banyak namun emosinya saat bercerita pada hari-hari kita bertemu dan menertawakan kesulitannya sudah memberikan gambaran yang jelas. Mama must be proud of you, I hope can spend more time with you!
Nisa. Yes, first of all I wish she can do write again on her instagram fallthenwinter. She's good writing and understand sign of her feeling. My bestie, yang tau apa yang harus dilakuin, kalo ngomongin nisa emang kadang ada meweknya karena kita baru ketemu dua kali satunya bahkan cuman beberapa jam di bandara dan ajaibnya klop dan itu dibangun karena sharing yang kebanyakan melalui teks whatsapp. Yooo kayaknya emang kita tipe-tipe melankolis spesialis melow haha. Selalu kagum sama pemikirannya yang tenang tapi gue tau si dalam lubuk hati lo meledak-ledak wkwk. Sebagai perempuan anak pertama hatinya cukup tahan banting juga yaa anda. I literally wanna crying cause you are so near with your dream I'm happy you made one of your dream list! Your work hard paid! I know your smartgirl, dedicate, passionate and never give up. Just do not stop remind me again and again to get close to Allah and believe in myself when I do forget how. If someday you married I will tell to your husband, you are very lucky got my bestie! HAHA. InsyaAllah, Allah will keep you safe nis. Aamiin.
Ibu. Saat kecil aku tak pernah paham apa rasanya menjadi orang tua. Tak mengerti, salah satu hal yang paling rumit memahami tingkah laku orang tua sendiri haha. Sebagai anak kecil kita memehami apa yang kita lihat apa yang kita dengar saja. Tak tau apa itu salah benar ataupun apa motifnya, belum sampai sana pemikirannya. Meraba memahami orang tua bermula dari aku beranjak delapan belas tahun, saat benar-benar dapat memilih apa yang kita tau mungkin karena itu sedikit demi sedikit mengetahui apa yang terjadi dimasa lampau yang telah banyak meninggalkan tanya dalam benak Tika kecil. Cerita demi cerita dilontarkan dari mulut orang tuaku juga orang dewasa lainnya, memahami bahwa mereka juga manusia biasa. Pengorbanan ibu, bekerja setelah lulus SMEA mengetahui passion menjahitnya memilih dengan itu menafkahi banyak kepala. Mengatur keuangan menjadi kepercayaan Mbah Kakung (ayahnya) melebihi kepercayaan kepadanya istrinya sendiri. Pengorbanan untuk buah kehidupan baru, merelakan banyak hal yang diambil darinya, sejatinya dimata aku Ibu itu adalah sosok Ibunya para Ibu. Ceritanya dahulu yang baru diceritakannya terkadang dengan air mata di pipinya ketika aku berumur dua puluh satu tahun. Cerita demi cerita membuatku semakin menumbuhkan rasa kasih yang mendalam dan betapa terbayangkan kokoh pundaknya kala itu dan pengorbanan tulus tanpa perlu validasi. Aku sampai berfikir mingkin tak dapat melampai ketulusan dan kerja kerasnya. She has pure love and a good jokes too btw. I love her, anyway!
Tak dapat ku tulis lebih banyak walau aku bertemu pula dengan perempuan hebat lainnya. Bertemu, berbagi kisah, ataupun menjadi bagian dari kisah mereka memberi angin sejuk dalam benakku. Menjadi perempuan tak lagi terdengar seperti kutukan bagiku dan memang tak pernah merasa seperti kutukan, mungkin lebih tepatnya terpenjara oleh apa yang kita dengar apa yang kita lihat di bumi yang kita pijak. Teringat kata apa yang kau cari itulah yang kau dapat, menjadi perempuan yang bagaimana hidup tentang pilihan dan takdir. Semoga Allah melindungi kita semua. Send love!
Updated written
Jakarta, 26 May 2022
Komentar
Posting Komentar